Portal AI Indonesia
Kembali ke Glossary
GLOSSARY AIPrompt

Few-Shot Prompting

Few-Shot Prompting adalah teknik memberi beberapa contoh input dan output dalam prompt agar AI mengikuti pola, format, atau jenis tugas yang diinginkan.

DEFINISI

Apa itu Few-Shot Prompting?

Alih-alih hanya menjelaskan aturan dengan kata-kata, Few-Shot Prompting menunjukkan contoh yang mewakili hasil ideal. Model menggunakan contoh tersebut sebagai petunjuk di dalam konteks saat ini. Teknik ini dapat membantu untuk klasifikasi, ekstraksi data, gaya penulisan, atau format keluaran yang konsisten tanpa melatih ulang model.

CONTOH SEDERHANA

Jika Anda ingin AI mengelompokkan ulasan menjadi “positif”, “netral”, atau “negatif”, berikan beberapa ulasan singkat beserta label yang benar. Setelah itu, masukkan ulasan baru dan minta AI mengembalikan satu label dengan format yang sama.

CARA KERJA SEDERHANA

Cara kerja sederhana

Prompt berisi instruksi, beberapa pasangan contoh, lalu tugas baru yang harus dikerjakan. Model memperhatikan pola pada contoh—misalnya label, struktur JSON, atau gaya jawaban—dan mencoba menerapkannya pada masukan baru. Pemilihan contoh yang relevan dan jelas biasanya lebih penting daripada jumlah contoh yang banyak.

KENAPA PENTING

Kenapa Anda perlu memahaminya?

Few-Shot Prompting memberi cara praktis untuk memperjelas ekspektasi ketika instruksi saja belum cukup. Bagi pembaca, teknik ini menunjukkan bahwa contoh dapat menjadi “spesifikasi” yang lebih mudah dipahami AI. Namun contoh tidak menggantikan pemeriksaan hasil atau pengetahuan yang tidak ada di dalam konteks.

JANGAN TERTUKAR

Kesalahpahaman yang umum

Few-Shot Prompting berbeda dari Fine-Tuning. Few-shot memakai contoh sementara di dalam prompt dan tidak mengubah model, sedangkan fine-tuning melakukan pelatihan tambahan. Ia juga berbeda dari zero-shot prompting, yaitu memberi tugas tanpa contoh sama sekali.

BATASAN YANG PERLU DIKETAHUI

Catatan penting sebelum menggunakannya

Contoh yang ambigu, bias, terlalu sedikit, atau tidak mewakili kasus nyata dapat mengarahkan hasil ke pola yang keliru. Terlalu banyak contoh dapat memakai context window dan meningkatkan biaya atau latensi. Teknik ini juga tidak menjamin model mengikuti format dengan sempurna; hasil tetap harus divalidasi bila akan diproses oleh sistem lain.

LANJUT BELAJAR

Istilah terkait