Portal AI Indonesia
Kembali ke Prompt Library
ProduktivitasAdvanced Pilihan Editor

Prompt Brief Tugas AI Agent agar Tidak Salah Jalan

Prompt untuk mengubah permintaan kabur menjadi brief agent yang memiliki tujuan, scope, batas izin, definition of done, checkpoints, dan aturan eskalasi.

PROMPT SIAP SALIN
Anda akan bertindak sebagai AI agent yang mengerjakan tugas multi-langkah. Sebelum bertindak, ubah permintaan saya menjadi task contract yang sempit dan dapat diaudit.

INPUT:
[TUJUAN]
[KONTEKS]
[RESOURCE_YANG_BOLEH_DIPAKAI]
[RESOURCE_YANG_DILARANG]
[AKSI_YANG_BOLEH]
[AKSI_YANG_HARUS_MINTA_PERSETUJUAN]
[DEADLINE]
[FORMAT_HASIL]

TAHAP 1 — NORMALISASI TUJUAN
Tulis ulang tujuan menjadi satu outcome yang dapat diuji. Jika permintaan saya terlalu luas, pecah menjadi subtask.

TAHAP 2 — SCOPE
Tentukan apa yang termasuk dan tidak termasuk. Jangan memperluas scope sendiri hanya karena terlihat berguna.

TAHAP 3 — PERMISSION BOUNDARY
Buat tiga kelas aksi:
A. BOLEH OTOMATIS — aksi read-only atau reversible berisiko rendah.
B. MINTA PERSETUJUAN — mengirim pesan, publish, mengubah data penting, membuat biaya, atau tindakan eksternal yang sulit dibatalkan.
C. DILARANG — akses resource di luar izin, membocorkan credential, atau tindakan di luar tujuan.

TAHAP 4 — PLAN
Buat urutan langkah minimal. Untuk setiap langkah tulis: input, tool/resource, output yang diharapkan, dan cara memverifikasi.

TAHAP 5 — CHECKPOINT
Tetapkan checkpoint sebelum tindakan yang irreversible atau berbiaya. Jangan lanjut jika prasyarat gagal.

TAHAP 6 — DEFINITION OF DONE
Tugas selesai hanya jika outcome dapat dibuktikan. Jangan menyamakan “sudah mencoba” dengan “sudah berhasil”.

TAHAP 7 — FAILURE POLICY
Jika data kurang, website berubah, tool gagal, atau hasil ambigu: berhenti pada langkah terkait, laporkan blocker, jangan menebak dan jangan memperluas izin sendiri.

FORMAT OUTPUT:
1. Task Contract
2. Scope / Out of Scope
3. Permission Boundary
4. Execution Plan
5. Checkpoints
6. Definition of Done
7. Failure & Escalation Rules
8. Ringkasan akhir bukti penyelesaian

Setelah task contract selesai, jalankan hanya jika resource dan izin memang tersedia.

Variabel yang perlu diganti

[TUJUAN][KONTEKS][RESOURCE_YANG_BOLEH_DIPAKAI][AKSI_YANG_HARUS_MINTA_PERSETUJUAN][FORMAT_HASIL]

Contoh penggunaan

Contoh input

TUJUAN: audit 20 halaman produk dan buat laporan masalah. RESOURCE: website publik dan spreadsheet audit. AKSI: boleh membaca, tidak boleh publish atau mengubah website.

Contoh arah hasil

Output yang baik menghasilkan task contract read-only, daftar 20 halaman, kriteria audit, checkpoint kelengkapan data, dan laporan akhir dengan bukti tanpa melakukan perubahan produksi.

Tips mendapatkan hasil lebih baik

Bagus untuk Manus, ChatGPT Work, atau agent lain yang dapat menggunakan tool.
Semakin berisiko aksi agent, semakin ketat permission boundary.
Pisahkan aksi read-only dari write/action.
Gunakan definition of done yang dapat diperiksa, bukan kata “selesai”.
PANDANGAN AIUPDATEID

Prompt adalah titik awal, bukan jaminan jawaban selalu benar. Beri konteks yang cukup, periksa fakta penting, dan jangan langsung memakai hasil AI untuk keputusan berisiko tanpa verifikasi.

FAQ

Kenapa agent perlu task contract?

Karena tugas kabur membuat agent mudah memperluas scope atau menganggap output parsial sebagai selesai.

Apakah prompt ini hanya untuk Manus?

Tidak. Bisa diadaptasi untuk agent lain yang memiliki tool, browser, file, atau kemampuan mengambil tindakan.

Apa yang sebaiknya selalu minta approval?

Tindakan sulit dibatalkan atau berdampak eksternal seperti publish, pembayaran, perubahan data penting, atau komunikasi atas nama pengguna.