Portal AI Indonesia
Kembali ke Prompt Artikel
ArtikelMenengah

Prompt Update Artikel Lama Tanpa Merusak Index

Workflow untuk memperbarui artikel lama secara bertahap: pisahkan elemen yang harus dipertahankan, konten yang perlu diperbarui, risiko SEO, dan checklist verifikasi setelah publish.

PROMPT SIAP SALIN
Bertindak sebagai editor senior, content strategist, dan technical SEO risk auditor.

Tujuanmu adalah memperbarui artikel lama dengan perubahan sekecil mungkin yang benar-benar meningkatkan akurasi, manfaat pembaca, freshness, dan kualitas editorial tanpa merusak elemen SEO yang sudah aman.

INPUT

URL atau slug:
[url atau slug]

Status index saat ini:
[status index]

Judul artikel:
[judul]

Focus keyword:
[keyword]

Tujuan update:
[tujuan update]

Artikel lama:
[artikel lama]

Data tambahan jika tersedia:
- Data Search Console: [opsional]
- Internal URL yang tersedia: [opsional]
- Sumber resmi/fakta terbaru: [opsional]

ATURAN UTAMA

- Jangan mengubah slug atau canonical hanya karena versi lain terlihat lebih rapi.
- Anggap URL artikel yang sudah hidup sebagai aset yang harus dilindungi.
- Jangan menjanjikan ranking tetap, naik, atau pulih.
- Jangan mengarang data Search Console, trafik, ranking, impresi, CTR, backlink, atau status index.
- Jika data Search Console tidak tersedia, nyatakan bahwa analisis performa organik belum dapat dipastikan.
- Jangan mengarang harga, fitur, tanggal, statistik, studi, kutipan, atau sumber.
- Jangan melakukan rewrite penuh jika masalah dapat diselesaikan dengan patch kecil.
- Pertahankan bagian yang sudah akurat, spesifik, relevan, dan membantu pembaca.
- Jangan menghapus section hanya karena terlihat lama sebelum menilai apakah section tersebut masih memenuhi intent pembaca.
- Bedakan masalah content freshness, technical SEO, indexing, search intent, dan kualitas editorial.
- Jangan memaksa keyword baru masuk ke artikel lama jika mengganggu intent atau meningkatkan risiko overlap.
- Gunakan internal link hanya dari URL nyata yang diberikan.
- Jika perubahan berisiko, jelaskan risikonya sebelum merekomendasikannya.

WORKFLOW

1. Tentukan kondisi artikel saat ini.

Nilai:
- apakah artikel masih menjawab search intent;
- apakah jawabannya masih akurat;
- apakah ada informasi yang sudah berubah;
- apakah ada bagian generik atau tidak membantu;
- apakah ada klaim penting tanpa sumber;
- apakah struktur masih nyaman dibaca;
- apakah update memang diperlukan.

2. Buat FREEZE LIST.

Masukkan elemen yang sebaiknya tidak diubah tanpa alasan kuat:

- slug;
- canonical;
- URL;
- topik utama;
- search intent utama;
- section kuat;
- internal link penting;
- klaim evergreen yang masih benar.

Jika suatu elemen sebenarnya perlu diubah, jelaskan alasannya dan risikonya.

3. Lakukan FRESHNESS AUDIT.

Kelompokkan isi artikel menjadi:

- MASIH AKURAT;
- PERLU DIPERBARUI;
- PERLU VERIFIKASI;
- SEBAIKNYA DIHAPUS;
- INFORMASI BARU YANG LAYAK DITAMBAHKAN.

Untuk fakta yang bisa berubah seperti fitur, harga, model, paket, ketersediaan, kebijakan, atau tanggal, jangan menebak.

4. Audit SEARCH INTENT.

Bandingkan:
- intent yang seharusnya dilayani;
- intent yang benar-benar dilayani artikel saat ini.

Tandai hanya perubahan yang diperlukan agar artikel lebih menjawab kebutuhan pembaca.

Jangan memperluas artikel ke banyak keyword hanya demi SEO.

5. Buat RISK MATRIX.

Nilai setiap perubahan:

LOW RISK
Contoh:
- memperbaiki typo;
- memperjelas kalimat;
- memperbarui fakta yang sudah diverifikasi;
- menambah sumber resmi;
- memperbaiki internal link rusak.

MEDIUM RISK
Contoh:
- mengganti banyak heading;
- menambah section besar;
- mengubah positioning artikel;
- menghapus section yang cukup penting.

HIGH RISK
Contoh:
- mengganti slug;
- mengganti canonical;
- mengubah intent utama;
- menghapus sebagian besar artikel;
- menggabungkan halaman;
- mengganti URL.

Untuk setiap perubahan tulis:
perubahan | manfaat | risiko | perlu sekarang? | cara verifikasi

6. Buat PATCH PLAN.

Urutkan:

P1 — WAJIB
Kesalahan fakta, informasi basi penting, broken link, mismatch intent serius, atau masalah yang merugikan pembaca.

P2 — PENTING
Perbaikan specificity, struktur, sumber, internal linking, atau pengalaman membaca.

P3 — OPSIONAL
Polish yang bagus tetapi tidak harus dilakukan sekarang.

Hindari mengubah P3 jika manfaatnya terlalu kecil dibanding risiko dan waktu.

7. Berikan REVISI SELEKTIF.

Jangan otomatis menulis ulang seluruh artikel.

Untuk bagian yang memang perlu diperbaiki tampilkan:

BAGIAN LAMA:
[kutip singkat atau identifikasi section]

MASALAH:
[jelaskan]

REVISI:
[versi yang disarankan]

ALASAN:
[manfaat dan risiko]

8. AUDIT SEO & EDITORIAL.

Periksa:

- judul;
- answer-first;
- heading;
- keyword natural;
- accuracy;
- sumber;
- internal link;
- repetisi;
- specificity;
- mobile readability;
- FAQ;
- CTA;
- meta description jika diberikan;
- canonical jika diberikan.

Jangan memberi saran hanya untuk memenuhi checklist.

9. QUALITY GATE.

Berikan verdict:

AMAN DIPERBARUI
REVISI TERARAH
TAHAN UPDATE

Jangan beri verdict AMAN DIPERBARUI jika:
- masih ada klaim penting yang belum diverifikasi;
- perubahan berisiko tinggi belum memiliki alasan kuat;
- intent artikel belum jelas;
- atau perubahan berpotensi merusak URL/canonical/indexing tanpa mitigasi.

FORMAT OUTPUT

A. DIAGNOSIS SINGKAT

Status artikel dan alasan update diperlukan atau tidak.

B. FREEZE LIST

Elemen yang sebaiknya dipertahankan.

C. FRESHNESS AUDIT

Tabel:
bagian | status | masalah | tindakan

D. RISK MATRIX

Tabel:
perubahan | level risiko | manfaat | risiko | perlu sekarang? | verifikasi

E. PATCH PLAN

P1 / P2 / P3.

F. REVISI SELEKTIF

Hanya bagian yang perlu diubah.

G. SEO & EDITORIAL CHECK

Temuan penting tanpa mengejar skor sempurna.

H. FINAL VERDICT

AMAN DIPERBARUI / REVISI TERARAH / TAHAN UPDATE

I. CHECKLIST SETELAH PUBLISH

Setelah perubahan:
- buka URL production;
- pastikan HTTP 200;
- cek canonical tetap benar;
- cek tidak ada noindex tidak sengaja;
- cek internal link;
- cek tampilan mobile;
- cek structured data jika terkait;
- cek sitemap bila URL seharusnya ada di sitemap;
- pantau Search Console setelah Google recrawl.

Jangan menyarankan request indexing otomatis untuk setiap update. Lakukan hanya jika memang ada alasan dan kuota tersedia.

Variabel yang perlu diganti

[url atau slug][status index][judul][keyword][tujuan update][artikel lama]

Contoh penggunaan

Contoh input

URL: https://contoh.com/artikel/cara-menggunakan-ai Status index: sudah terindeks Judul: Cara Menggunakan AI untuk Kerja Focus keyword: cara menggunakan AI untuk kerja Tujuan update: memperbarui fitur yang sudah berubah, menambah contoh, dan memperkuat internal link Artikel saat ini: [tempel artikel lengkap]

Contoh arah hasil

Audit perubahan dalam bentuk freeze list, matriks risiko, patch plan prioritas, rekomendasi SEO/editorial, keputusan quality gate, dan checklist verifikasi setelah publish.

Tips mendapatkan hasil lebih baik

Masukkan artikel versi saat ini agar AI tidak menebak struktur halaman.
Jika punya data Search Console
tambahkan sebagai konteks; jika tidak
jangan meminta AI mengarangnya.
Gunakan patch plan bertahap untuk artikel yang sudah memiliki trafik atau riwayat indeks.
PANDANGAN AIUPDATEID

Prompt adalah titik awal, bukan jaminan jawaban selalu benar. Beri konteks yang cukup, periksa fakta penting, dan jangan langsung memakai hasil AI untuk keputusan berisiko tanpa verifikasi.

FAQ

Apakah prompt ini otomatis menjamin ranking tetap aman?

Tidak. Prompt ini membantu mengurangi perubahan berisiko dan membuat rencana verifikasi, tetapi keputusan crawl, index, dan ranking tetap berada pada mesin pencari.

Kapan slug atau canonical boleh diubah?

Hanya jika ada alasan teknis atau arsitektur yang kuat dan dampaknya sudah direncanakan, termasuk redirect dan verifikasi setelah perubahan.