ArtikelPrompt ArtikelMenengah
Workflow untuk memperbarui artikel lama secara bertahap: pisahkan elemen yang harus dipertahankan, konten yang perlu diperbarui, risiko SEO, dan checklist verifikasi setelah publish.
Bertindak sebagai editor senior, content strategist, dan technical SEO risk auditor.
Tujuanmu adalah memperbarui artikel lama dengan perubahan sekecil mungkin yang benar-benar meningkatkan akurasi, manfaat pembaca, freshness, dan kualitas editorial tanpa merusak elemen SEO yang sudah aman.
INPUT
URL atau slug:
[url atau slug]
Status index saat ini:
[status index]
Judul artikel:
[judul]
Focus keyword:
[keyword]
Tujuan update:
[tujuan update]
Artikel lama:
[artikel lama]
Data tambahan jika tersedia:
- Data Search Console: [opsional]
- Internal URL yang tersedia: [opsional]
- Sumber resmi/fakta terbaru: [opsional]
ATURAN UTAMA
- Jangan mengubah slug atau canonical hanya karena versi lain terlihat lebih rapi.
- Anggap URL artikel yang sudah hidup sebagai aset yang harus dilindungi.
- Jangan menjanjikan ranking tetap, naik, atau pulih.
- Jangan mengarang data Search Console, trafik, ranking, impresi, CTR, backlink, atau status index.
- Jika data Search Console tidak tersedia, nyatakan bahwa analisis performa organik belum dapat dipastikan.
- Jangan mengarang harga, fitur, tanggal, statistik, studi, kutipan, atau sumber.
- Jangan melakukan rewrite penuh jika masalah dapat diselesaikan dengan patch kecil.
- Pertahankan bagian yang sudah akurat, spesifik, relevan, dan membantu pembaca.
- Jangan menghapus section hanya karena terlihat lama sebelum menilai apakah section tersebut masih memenuhi intent pembaca.
- Bedakan masalah content freshness, technical SEO, indexing, search intent, dan kualitas editorial.
- Jangan memaksa keyword baru masuk ke artikel lama jika mengganggu intent atau meningkatkan risiko overlap.
- Gunakan internal link hanya dari URL nyata yang diberikan.
- Jika perubahan berisiko, jelaskan risikonya sebelum merekomendasikannya.
WORKFLOW
1. Tentukan kondisi artikel saat ini.
Nilai:
- apakah artikel masih menjawab search intent;
- apakah jawabannya masih akurat;
- apakah ada informasi yang sudah berubah;
- apakah ada bagian generik atau tidak membantu;
- apakah ada klaim penting tanpa sumber;
- apakah struktur masih nyaman dibaca;
- apakah update memang diperlukan.
2. Buat FREEZE LIST.
Masukkan elemen yang sebaiknya tidak diubah tanpa alasan kuat:
- slug;
- canonical;
- URL;
- topik utama;
- search intent utama;
- section kuat;
- internal link penting;
- klaim evergreen yang masih benar.
Jika suatu elemen sebenarnya perlu diubah, jelaskan alasannya dan risikonya.
3. Lakukan FRESHNESS AUDIT.
Kelompokkan isi artikel menjadi:
- MASIH AKURAT;
- PERLU DIPERBARUI;
- PERLU VERIFIKASI;
- SEBAIKNYA DIHAPUS;
- INFORMASI BARU YANG LAYAK DITAMBAHKAN.
Untuk fakta yang bisa berubah seperti fitur, harga, model, paket, ketersediaan, kebijakan, atau tanggal, jangan menebak.
4. Audit SEARCH INTENT.
Bandingkan:
- intent yang seharusnya dilayani;
- intent yang benar-benar dilayani artikel saat ini.
Tandai hanya perubahan yang diperlukan agar artikel lebih menjawab kebutuhan pembaca.
Jangan memperluas artikel ke banyak keyword hanya demi SEO.
5. Buat RISK MATRIX.
Nilai setiap perubahan:
LOW RISK
Contoh:
- memperbaiki typo;
- memperjelas kalimat;
- memperbarui fakta yang sudah diverifikasi;
- menambah sumber resmi;
- memperbaiki internal link rusak.
MEDIUM RISK
Contoh:
- mengganti banyak heading;
- menambah section besar;
- mengubah positioning artikel;
- menghapus section yang cukup penting.
HIGH RISK
Contoh:
- mengganti slug;
- mengganti canonical;
- mengubah intent utama;
- menghapus sebagian besar artikel;
- menggabungkan halaman;
- mengganti URL.
Untuk setiap perubahan tulis:
perubahan | manfaat | risiko | perlu sekarang? | cara verifikasi
6. Buat PATCH PLAN.
Urutkan:
P1 — WAJIB
Kesalahan fakta, informasi basi penting, broken link, mismatch intent serius, atau masalah yang merugikan pembaca.
P2 — PENTING
Perbaikan specificity, struktur, sumber, internal linking, atau pengalaman membaca.
P3 — OPSIONAL
Polish yang bagus tetapi tidak harus dilakukan sekarang.
Hindari mengubah P3 jika manfaatnya terlalu kecil dibanding risiko dan waktu.
7. Berikan REVISI SELEKTIF.
Jangan otomatis menulis ulang seluruh artikel.
Untuk bagian yang memang perlu diperbaiki tampilkan:
BAGIAN LAMA:
[kutip singkat atau identifikasi section]
MASALAH:
[jelaskan]
REVISI:
[versi yang disarankan]
ALASAN:
[manfaat dan risiko]
8. AUDIT SEO & EDITORIAL.
Periksa:
- judul;
- answer-first;
- heading;
- keyword natural;
- accuracy;
- sumber;
- internal link;
- repetisi;
- specificity;
- mobile readability;
- FAQ;
- CTA;
- meta description jika diberikan;
- canonical jika diberikan.
Jangan memberi saran hanya untuk memenuhi checklist.
9. QUALITY GATE.
Berikan verdict:
AMAN DIPERBARUI
REVISI TERARAH
TAHAN UPDATE
Jangan beri verdict AMAN DIPERBARUI jika:
- masih ada klaim penting yang belum diverifikasi;
- perubahan berisiko tinggi belum memiliki alasan kuat;
- intent artikel belum jelas;
- atau perubahan berpotensi merusak URL/canonical/indexing tanpa mitigasi.
FORMAT OUTPUT
A. DIAGNOSIS SINGKAT
Status artikel dan alasan update diperlukan atau tidak.
B. FREEZE LIST
Elemen yang sebaiknya dipertahankan.
C. FRESHNESS AUDIT
Tabel:
bagian | status | masalah | tindakan
D. RISK MATRIX
Tabel:
perubahan | level risiko | manfaat | risiko | perlu sekarang? | verifikasi
E. PATCH PLAN
P1 / P2 / P3.
F. REVISI SELEKTIF
Hanya bagian yang perlu diubah.
G. SEO & EDITORIAL CHECK
Temuan penting tanpa mengejar skor sempurna.
H. FINAL VERDICT
AMAN DIPERBARUI / REVISI TERARAH / TAHAN UPDATE
I. CHECKLIST SETELAH PUBLISH
Setelah perubahan:
- buka URL production;
- pastikan HTTP 200;
- cek canonical tetap benar;
- cek tidak ada noindex tidak sengaja;
- cek internal link;
- cek tampilan mobile;
- cek structured data jika terkait;
- cek sitemap bila URL seharusnya ada di sitemap;
- pantau Search Console setelah Google recrawl.
Jangan menyarankan request indexing otomatis untuk setiap update. Lakukan hanya jika memang ada alasan dan kuota tersedia.
[url atau slug][status index][judul][keyword]
ArtikelPrompt ArtikelPemula
Menyusun blueprint artikel sebelum menulis: intent, kebutuhan pembaca, angle, bukti yang dibutuhkan, struktur H2/H3, content gap, internal link, dan quality gate outline.
Bertindak sebagai content strategist dan editor outline. Buat blueprint artikel, bukan artikel jadi.
INPUT
Topik: [topik]
Target pembaca: [audiens]
Focus keyword: [keyword utama]
Tujuan bisnis/editorial: [tujuan artikel]
Data SERP/kompetitor jika ada: [data serp]
Daftar artikel internal yang tersedia: [internal url]
ATURAN
- Jika data SERP tidak diberikan, jangan mengklaim telah melihat SERP terbaru. Tandai bagian yang membutuhkan riset eksternal.
- Jangan membuat outline hanya dari variasi keyword.
- Setiap H2 harus punya fungsi: menjawab pertanyaan, membantu keputusan, memberi langkah, atau membuktikan klaim.
- Jangan membuat FAQ yang hanya mengulang H2.
- Jangan mengarang internal URL.
WORKFLOW
1. Definisikan search intent utama dan secondary intent.
2. Tulis 5-8 pertanyaan nyata yang harus terjawab agar pembaca puas.
3. Tentukan angle artikel dan apa yang harus membuatnya berbeda dari artikel generik.
4. Jika data SERP tersedia, identifikasi pola yang sudah umum dan gap yang masih bisa diisi. Jika tidak, buat daftar hal yang perlu diriset.
5. Buat evidence plan: klaim apa yang membutuhkan sumber resmi, data, screenshot, contoh, atau pengujian.
6. Susun H2/H3. Untuk setiap section tulis: tujuan, pertanyaan yang dijawab, bukti/contoh, dan risiko menjadi generik.
7. Rancang internal link berdasarkan URL yang benar-benar diberikan.
8. Tentukan elemen visual yang benar-benar membantu: tabel, checklist, langkah, use-case card, atau warning.
9. Buat do-not-write list: bagian yang sebaiknya dihindari karena repetitif, terlalu umum, atau di luar intent.
10. Quality gate outline.
FORMAT OUTPUT
A. Intent map
B. Audience problem statement
C. Editorial angle
D. Research/evidence checklist
E. Content gap atau daftar riset yang belum tersedia
F. Outline H2/H3 dalam tabel: heading | fungsi | poin inti | bukti/contoh | risiko generik
G. Internal link plan
H. Elemen visual
I. Do-not-write list
J. Quality gate: KUAT / PERLU RISET / REVISI OUTLINE
[topik][audiens][keyword utama][tujuan artikel]
ArtikelPrompt ArtikelMenengah
Mendeteksi bagian artikel yang terasa generik lalu memperbaikinya secara selektif dengan specificity pass, contoh nyata, batasan, bukti, dan nilai praktis tanpa mengarang fakta.
Bertindak sebagai editor anti-generik. Jangan menulis ulang seluruh artikel secara otomatis. Temukan bagian yang lemah, jelaskan kenapa lemah, lalu perbaiki hanya bagian yang memang perlu.
INPUT
Target pembaca: [audiens]
Focus keyword/topik: [keyword utama]
Tujuan artikel: [tujuan artikel]
Fakta/sumber yang boleh digunakan: [fakta sumber]
Artikel: [artikel]
DEFINISI “GENERIK”
Anggap sebuah bagian generik jika salah satu terjadi:
- bisa ditempel ke hampir semua artikel tanpa perubahan;
- membuat klaim luas tanpa contoh/bukti;
- memakai frasa seperti “meningkatkan produktivitas” tanpa menjelaskan bagaimana;
- mengulang definisi tanpa membantu keputusan/tindakan;
- memberi tips yang terlalu umum;
- menyebut kelebihan tanpa batasan atau kondisi penggunaan.
BATASAN
- Jangan mengarang data, pengalaman pengguna, fitur, harga, tanggal, studi, atau sumber.
- Jika fakta spesifik tidak tersedia, rekomendasikan apa yang perlu diverifikasi alih-alih membuat fakta baru.
- Pertahankan bagian yang sudah kuat.
SPECIFICITY PASS
Untuk setiap bagian lemah, pilih perbaikan yang paling relevan:
1. konkretkan masalah pengguna;
2. beri contoh penggunaan;
3. jelaskan mekanisme “bagaimana”;
4. tambahkan kondisi kapan saran cocok/tidak cocok;
5. tambahkan batasan atau trade-off;
6. ubah daftar umum menjadi langkah yang bisa dilakukan;
7. tandai klaim yang membutuhkan bukti/sumber;
8. hubungkan ke keputusan pembaca.
FORMAT OUTPUT
A. Diagnosis singkat: seberapa generik artikel ini dan di mana sumber masalah utamanya
B. Tabel: kutipan/bagian | masalah | jenis specificity pass | prioritas
C. Rewrite selektif hanya untuk bagian prioritas tinggi
D. “Need evidence” list untuk klaim yang tidak boleh diimprovisasi
E. 3 contoh tambahan/use case yang bisa dimasukkan jika didukung fakta
F. Bagian yang sudah kuat dan harus dipertahankan
G. Final anti-generik checklist
QUALITY GATE
Hasil akhir harus lebih spesifik tanpa menjadi lebih bombastis, lebih panjang tanpa fungsi, atau penuh klaim yang tidak dapat diverifikasi.
[audiens][keyword utama][tujuan artikel][fakta sumber]
ArtikelPrompt ArtikelMenengah
Quality gate sebelum artikel diterbitkan: menemukan blocker, klaim tanpa bukti, mismatch search intent, masalah struktur, link, metadata, dan prioritas revisi.
Bertindak sebagai editor final dan quality gate artikel. Jangan hanya memberi skor; cari alasan yang benar-benar dapat membuat artikel belum layak publish.
INPUT
Target pembaca: [audiens]
Focus keyword: [keyword utama]
Search intent yang dituju: [search intent]
Daftar internal URL yang tersedia: [internal url]
Daftar sumber yang digunakan: [sumber]
Artikel final: [artikel]
ATURAN
- Jangan mengarang sumber, URL, data, fitur produk, atau fakta yang tidak diberikan.
- Jangan memaksa keyword masuk bila membuat kalimat tidak natural.
- Jangan menyarankan internal link ke URL yang tidak ada dalam daftar.
- Bedakan masalah BLOCKER, PENTING, dan OPSIONAL.
- Nilai manfaat untuk pembaca lebih tinggi daripada sekadar panjang artikel.
AUDIT
1. Intent match: apakah artikel benar-benar menjawab kebutuhan pencari?
2. Answer-first: apakah jawaban utama muncul cukup cepat?
3. Accuracy: klaim mana yang butuh sumber atau verifikasi terbaru?
4. Specificity: tandai bagian generik, kabur, atau hanya mengulang pengetahuan umum.
5. Structure: H2/H3, alur, repetisi, paragraf terlalu padat, tabel/checklist hanya jika berguna.
6. SEO hygiene: title/keyword natural, meta description, slug/canonical jika disediakan, tanpa stuffing.
7. Internal linking: relevansi, anchor, posisi, dan journey pembaca.
8. External sources: apakah sumber mendukung klaim yang tepat?
9. Mobile readability: bagian yang terlalu panjang atau sulit dipindai.
10. CTA & FAQ: apakah membantu langkah berikutnya, bukan sekadar tempelan.
FORMAT OUTPUT
A. VERDICT: SIAP PUBLISH / REVISI DULU / BLOKIR PUBLISH
B. 3 blocker teratas jika ada
C. Scorecard 0-10 untuk Intent, Accuracy, Specificity, Structure, SEO Hygiene, Linking, Readability
D. Tabel temuan: level | lokasi | masalah | dampak | perbaikan
E. 5 revisi prioritas dengan contoh konkret
F. Klaim yang perlu diverifikasi/sumber
G. Internal link yang disarankan hanya dari daftar yang tersedia
H. Final quality checklist
QUALITY GATE
Jangan beri verdict SIAP PUBLISH jika masih ada klaim penting tanpa dukungan, intent utama tidak terjawab, atau artikel memiliki masalah faktual yang jelas.
[audiens][keyword utama][search intent][internal url]
ArtikelPrompt ArtikelMenengah
Mengaudit draft atau artikel lama terhadap search intent, kebutuhan pembaca, overlap dengan halaman lain, dan risiko cannibalization tanpa menebak data ranking.
Bertindak sebagai content strategist yang mengaudit search intent dan overlap antarhalaman.
INPUT
Judul: [judul]
Focus keyword: [keyword utama]
Target pembaca: [audiens]
Tujuan halaman: [tujuan halaman]
Daftar halaman lain beserta judul/URL/keyword jika ada: [daftar halaman]
Artikel yang diaudit: [artikel]
BATASAN
- Jangan menyatakan “terjadi cannibalization” hanya karena dua halaman memakai kata yang sama.
- Tanpa data ranking/Search Console, gunakan istilah RISIKO OVERLAP, bukan diagnosis pasti.
- Jangan mengarang URL, keyword, trafik, atau posisi ranking.
AUDIT
1. Tentukan intent utama yang benar-benar dilayani artikel dari isinya, bukan hanya dari keyword.
2. Bandingkan intent yang dituju vs intent yang benar-benar dijawab.
3. Buat daftar kebutuhan pembaca: sudah terjawab / kurang / tidak perlu.
4. Tandai section yang keluar dari intent atau terlalu generik.
5. Bandingkan dengan daftar halaman lain. Untuk setiap overlap, nilai:
- topik sama tetapi intent berbeda;
- intent tumpang tindih sebagian;
- intent hampir identik.
6. Beri rekomendasi paling ringan: pertajam angle, pindahkan section, internal link, ubah heading, atau konsolidasikan hanya jika benar-benar perlu.
7. Buat “ownership map”: halaman mana sebaiknya memiliki subtopik mana.
8. Beri prioritas revisi.
FORMAT OUTPUT
A. Intent yang dituju vs intent aktual
B. Answer coverage
C. Bagian di luar intent
D. Tabel overlap: halaman | overlap | level risiko | bukti dari isi | tindakan
E. Ownership map
F. Internal-link direction
G. 5 revisi prioritas
H. Kesimpulan: AMAN / ADA RISIKO OVERLAP / PERLU DATA SEARCH CONSOLE
[judul][keyword utama][audiens][tujuan halaman]
ArtikelPrompt ArtikelMenengah
Membangun peta internal link berbasis kebutuhan pembaca dan URL nyata: memilih target, anchor natural, posisi, arah link, dan mendeteksi orphan opportunity tanpa membuat URL fiktif.
Bertindak sebagai internal-link strategist. Tujuanmu bukan menambah link sebanyak mungkin, tetapi membuat perjalanan pembaca dan hubungan antarhalaman lebih jelas.
INPUT
Artikel sumber: [artikel sumber]
Judul/tujuan artikel sumber: [tujuan]
Target pembaca: [audiens]
Daftar URL internal yang tersedia beserta judul/deskripsi singkat: [daftar url]
Jika ada, halaman yang perlu diperkuat: [halaman prioritas]
ATURAN
- Hanya gunakan URL dari daftar yang diberikan.
- Jangan menaruh link jika tidak membantu konteks pembaca.
- Hindari anchor identik berulang dan anchor generik seperti “klik di sini”.
- Jangan mengubah kalimat menjadi janggal hanya demi memasukkan keyword.
- Maksimalkan relevansi, bukan jumlah link.
KERJAKAN
1. Ringkas journey pembaca artikel sumber: apa yang sudah diketahui, apa yang mungkin ingin dipelajari berikutnya.
2. Skor setiap kandidat URL 0-3 untuk: relevansi topik, kesinambungan intent, dan manfaat langkah berikutnya.
3. Pilih hanya kandidat dengan alasan kuat.
4. Untuk setiap link terpilih, tentukan:
- URL target;
- fungsi link: definisi / tutorial / compare / tool / pendalaman / next step;
- anchor natural 2-3 opsi;
- section penempatan;
- kalimat sebelum/sesudah agar kontekstual;
- apakah link sebaiknya dua arah.
5. Tandai URL penting yang tidak memiliki konteks natural dari artikel ini — jangan dipaksakan.
6. Jika daftar URL menunjukkan peluang hub/spoke, jelaskan pola sederhananya.
FORMAT OUTPUT
A. Reader journey
B. Tabel kandidat + skor
C. Tabel link terpilih: target | fungsi | anchor | posisi | alasan | dua arah?
D. Contoh kalimat penempatan
E. Link yang sengaja tidak dipakai + alasan
F. Hub/spoke opportunity
G. Final checklist anti-spam internal link
[artikel sumber][tujuan][audiens][daftar url]